Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perangkat Ajar Konsentrasi Keahlian ATPH Materi Kultur Jaringan


Materi Kultur Jaringan Tanaman - Blog Pembelajaran

Materi Kultur Jaringan Tanaman

Modul pembelajaran interaktif untuk Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura - Fase F. Klik setiap materi untuk menampilkan konten lengkapnya.

1. Penyiapan Media Tanam

1

Alur Tujuan Pembelajaran

TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI POKOK DIMENSI P3 JP
Peserta didik mampu mengidentifikasi komponen media dasar Murashige & Skoog (MS) atau N6, menghitung konsentrasi bahan kimia yang dibutuhkan, serta membuat larutan stok (stock solution) media kultur jaringan dengan akurasi dan ketelitian sesuai standar laboratorium. Komponen Media Dasar Kultur Jaringan (MS/N6), Peran Nutrisi Makro dan Mikro, Formula Larutan Stok (Stock Solution), Teknik Penimbangan Akurat dan Pelarutan. Mandiri (dalam melakukan perhitungan dan penimbangan), Bernalar Kritis (dalam menganalisis fungsi setiap komponen dan memecahkan masalah pelarutan), Bergotong Royong (dalam pembagian tugas praktik di laboratorium). 8

Modul Ajar (Deep Learning Approach)

I. Identitas & Kompetensi

Modul Ajar Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura - Fase F - Penyiapan Larutan Stok Media Kultur Jaringan

  • Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang kebutuhan nutrisi esensial bagi pertumbuhan tanaman.
  • Peserta didik mampu melakukan penimbangan bahan kimia dan pengenceran larutan dengan menggunakan alat laboratorium standar.

II. Pertanyaan Pemantik

  • Jika kita ingin memproduksi jutaan bibit yang seragam dalam kondisi steril, nutrisi apa yang harus kita sediakan, dan mengapa nutrisi tersebut harus sangat stabil dan terukur?
  • Mengapa dalam kultur jaringan, kita perlu membuat 'larutan stok' konsentrasi tinggi, alih-alih menimbang setiap bahan kimia satu per satu saat hendak membuat media kerja?

🧘 Mindful

Aktivitas 'Fokus Timbang': Peserta didik diajak untuk melakukan penimbangan bahan kimia dengan kesadaran penuh, memastikan tidak ada bahan yang tumpah atau terkontaminasi. Guru memandu teknik pernapasan singkat sebelum masuk lab untuk meningkatkan fokus dan kesadaran terhadap sterilitas lingkungan kerja.

💡 Meaningful

Proyek 'Perancang Resep Media': Peserta didik menganalisis dan membandingkan dua formula media (MS dan N6). Mereka ditugaskan untuk menghitung ulang dan merancang tabel kebutuhan bahan kimia untuk pembuatan 10 Liter larutan stok 100x, menyadari bahwa ketepatan perhitungan ini sangat krusial untuk skala produksi bibit komersial.

😊 Joyful

Kompetisi 'Stock Solution Challenge': Peserta didik dibagi dalam tim (Tim Makro, Tim Mikro, Tim Vitamin) untuk berlomba membuat larutan stok paling jernih dan sesuai pH target dalam waktu terbatas. Hasil larutan stok diverifikasi oleh tim lain, menumbuhkan semangat kompetisi sehat dan kolaborasi tim (Joyful Learning through Collaboration).

Media Pembelajaran & LKS

Rekomendasi Media

Timbangan analitik, oven/hotplate stirrer, pH meter, akuades steril, set alat gelas laboratorium (beaker, labu ukur), Bahan kimia media MS/N6 lengkap, Papan tulis digital (untuk visualisasi formula), SOP Keselamatan Kerja Laboratorium.

Lembar Kerja Siswa (LKS)

  1. Verifikasi dan siapkan semua alat dan bahan yang tercantum dalam Formula MS standar.
  2. Hitung kebutuhan massa (gram) setiap bahan kimia untuk membuat 1 liter larutan stok 100x dan catat dalam lembar kerja.
  3. Lakukan penimbangan bahan kimia makro dan mikro secara terpisah dan hati-hati (Mindful), lalu larutkan dalam labu ukur, pastikan semua bahan terlarut sempurna sebelum ditambahkan akuades hingga batas ukur.
  4. Ukur dan catat pH larutan stok yang dihasilkan sebagai bagian dari kontrol kualitas.

Rubrik Asesmen (KKTP)

Indikator Belum Cukup Kompeten Sangat
Ketepatan Peserta Didik dalam menghitung kebutuhan bahan kimia dan membuat larutan stok media MS (akurasi penimbangan dan pelarutan). 0-60 61-75 76-90 91-100

2. Penyiapan Media Tanam (Kultur Jaringan)

2

Alur Tujuan Pembelajaran

TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI POKOK DIMENSI P3 JP
Peserta didik mampu menjelaskan prinsip dasar kultur jaringan dan teknik aseptik, serta melaksanakan tahapan persiapan media, inokulasi, subkultur, dan aklimatisasi bibit hasil kultur jaringan dengan benar. Prinsip dasar dan komponen kultur jaringan, sterilisasi alat dan bahan, pembuatan media MS (Murashige and Skoog), teknik inokulasi eksplan (transfer aseptik), subkultur, dan aklimatisasi planlet. Bernalar Kritis (mengidentifikasi masalah sterilitas dan kontaminasi), Mandiri (melaksanakan prosedur laboratorium), Kreatif (merancang modifikasi media sederhana). 8

Modul Ajar (Deep Learning Approach)

I. Identitas & Kompetensi

Modul Ajar Kultur Jaringan Tanaman (Fase F - Penyiapan Bibit Modern)

  • Peserta didik memahami perbanyakan vegetatif konvensional (stek, cangkok).
  • Peserta didik memahami konsep dasar sterilisasi dan kebersihan lingkungan kerja.

II. Pertanyaan Pemantik

  • Jika satu tanaman langka hanya tersisa satu individu, bagaimana kita bisa memperbanyaknya menjadi jutaan bibit tanpa mengubah sifat genetiknya?
  • Bagaimana tanaman dapat tumbuh dan berkembang tanpa tanah (media alami), dan apa peran penting lingkungan steril dalam keberhasilan teknik ini?

🧘 Mindful

Fokus penuh dan kesadaran (Mindful) pada pentingnya teknik aseptik. Peserta didik berlatih pernapasan dan fokus sebelum memasuki ruang LAFC (Laminar Air Flow Cabinet) dan melakukan transfer eksplan untuk meningkatkan presisi dan meminimalkan kontaminasi yang disebabkan oleh kelalaian atau gerakan cepat.

💡 Meaningful

Menganalisis studi kasus (Meaningful) penggunaan kultur jaringan di industri hortikultura skala besar (misalnya: produksi bibit anggrek, pisang, atau kentang bebas virus), menghubungkan keterampilan lab dengan kontribusi ekonomi dan ketahanan pangan nasional.

😊 Joyful

Kegiatan 'My Own Bottle Garden' (Joyful) di mana peserta didik menumbuhkan eksplan mereka sendiri dan bertanggung jawab penuh terhadap pertumbuhannya. Eksplorasi visual mikroskopis dari jaringan tanaman yang beregenerasi dan melihat langsung pertumbuhan planlet mini sebagai hadiah dari ketelitian kerja aseptik.

Media Pembelajaran & LKS

Rekomendasi Media

Laboratorium Kultur Jaringan (LAFC, Autoklaf, pH meter), Bahan kimia media MS, Eksplan (misal: tunas pisang/ubi jalar), Alat-alat gelas, Spiritus, Video demonstrasi teknik sterilisasi dan inokulasi.

Lembar Kerja Siswa (LKS)

  1. Merumuskan standar operasional prosedur (SOP) pembuatan media MS lengkap (termasuk zat pengatur tumbuh) berdasarkan literatur ilmiah.
  2. Melaksanakan teknik sterilisasi permukaan eksplan secara bertahap dan terukur.
  3. Melakukan inokulasi eksplan ke dalam media MS di bawah kondisi aseptik ketat (di dalam LAFC).
  4. Melakukan subkultur (pemindahan) planlet yang telah tumbuh vigor ke media baru, dan diakhiri dengan aklimatisasi planlet ke lingkungan luar.

Rubrik Asesmen (KKTP)

Indikator Belum Cukup Kompeten Sangat
Penguasaan konsep dasar, tahapan, dan fungsi komponen kultur jaringan (Teori) 0-60 (Kesulitan menjelaskan fungsi ZPT atau media MS) 61-75 (Mampu menjelaskan tahapan, namun belum optimal dalam menghubungkan fungsi komponen) 76-90 (Mampu menjelaskan seluruh tahapan dan fungsi komponen secara logis) 91-100 (Mampu menganalisis masalah teoretis dan memberikan solusi berbasis literatur)
Keterampilan melaksanakan teknik aseptik (sterilisasi dan inokulasi) (Praktik) 0-60 (Tingkat kontaminasi praktik di atas 50%) 61-75 (Tingkat kontaminasi praktik antara 30-50%) 76-90 (Tingkat kontaminasi praktik di bawah 30% dengan prosedur kerja yang rapi) 91-100 (Tingkat kontaminasi praktik di bawah 10% dengan efisiensi kerja yang tinggi di LAFC)

3. Penanaman

3

Alur Tujuan Pembelajaran

TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI POKOK DIMENSI P3 JP
Peserta didik mampu merencanakan dan menyiapkan alat serta bahan yang dibutuhkan untuk penanaman/subkultur eksplan secara aseptik. Perencanaan Subkultur dan Kebutuhan Alat Aseptik Mandiri (Fokus pada persiapan detail), Bernalar Kritis (Mengevaluasi kesiapan material) 2
Peserta didik mampu melaksanakan teknik penanaman (transfer eksplan) kultur jaringan dengan prosedur aseptik di Laminar Air Flow (LAF) secara tepat dan efisien. Teknik Transfer Aseptik (Subkultur) Kultur Jaringan Mandiri (Ketelitian gerak), Kreatif (Adaptasi dalam kondisi LAF) 4
Peserta didik mampu melakukan pengamatan, pelabelan, dan inkubasi serta mengidentifikasi faktor-faktor risiko kontaminasi pasca penanaman. Observasi dan Penanganan Risiko Kontaminasi Bernalar Kritis (Analisis kegagalan), Gotong Royong (Diskusi hasil pengamatan) 2

Modul Ajar (Deep Learning Approach)

I. Identitas & Kompetensi

Modul Ajar ATPH - Penanaman Kultur Jaringan (Fase F)

  • Peserta didik telah memahami prinsip dasar sterilisasi dan komposisi media kultur jaringan.
  • Peserta didik mampu mengoperasikan alat laboratorium dasar, termasuk Laminar Air Flow (LAF).

II. Pertanyaan Pemantik

  • Apa bedanya 'menanam' bibit di tanah dengan 'menanam' sepotong jaringan di botol steril? Tantangan krusial apa yang harus kita atasi?
  • Jika satu gerakan tangan yang tidak tepat dapat menghancurkan seluruh hasil penanaman, bagaimana kita melatih fokus dan presisi agar kontaminasi nol dapat tercapai?

🧘 Mindful

Aktivitas 'Fokus Aseptik'. Peserta didik dibimbing untuk melakukan praktik transfer eksplan di LAF secara perlahan dan terstruktur. Fokus ditekankan pada setiap gerakan tangan yang berada di dalam area kerja steril, menyadari pentingnya hening dan ketelitian (deep concentration) untuk menghindari kontaminasi silang. Instruktur memberikan panduan visualisasi langkah demi langkah.

💡 Meaningful

Proyek 'Simulasi Produksi Massal'. Peserta didik dihadapkan pada skenario nyata di industri kultur jaringan, di mana kecepatan dan sterilitas adalah kunci efisiensi biaya. Mereka menghitung potensi kerugian finansial akibat kontaminasi (mengkaitkan praktik steril dengan keberlanjutan bisnis). Diskusi tentang peran kultur jaringan dalam penyelamatan plasma nutfah.

😊 Joyful

Kompetisi 'Jago Transfer'. Pembentukan kelompok kecil untuk berkompetisi melakukan subkultur dengan jumlah botol terbanyak dalam waktu terbatas, namun tanpa kontaminasi. Hasil terbaik (pertumbuhan sehat pasca 7 hari) akan dipamerkan. Proses dilakukan dengan iringan musik instrumental yang menenangkan (ambient sound) untuk mengurangi ketegangan saat praktik di LAF.

Media Pembelajaran & LKS

Rekomendasi Media

Video demonstrasi teknik 'seeding' dan 'subculture' dari laboratorium komersial, Laminar Air Flow (LAF) unit, Bunsen burner, Peralatan bedah mikro steril, Eksplan (misal: anggrek/pisang) dan media kultur siap pakai.

Lembar Kerja Siswa (LKS)

  1. Penyiapan Area dan Alat (Sterilisasi LAF dan alat bedah).
  2. Pengambilan Eksplan Induk (Mengeluarkan botol dari ruang inkubasi dan menempatkannya di area kerja LAF).
  3. Teknik Pemotongan dan Pembagian Eksplan (Memotong bagian eksplan yang sudah tumbuh ke ukuran yang sesuai menggunakan scalpel steril).
  4. Inokulasi/Transfer Aseptik (Memindahkan eksplan yang telah dipotong ke media baru dalam botol steril dengan cepat dan hati-hati).
  5. Pelabelan dan Inkubasi (Memberi label tanggal penanaman, jenis eksplan, dan menempatkan botol kembali ke ruang inkubasi).

Rubrik Asesmen (KKTP)

Indikator Belum Cukup Kompeten Sangat
Ketepatan persiapan alat dan bahan serta kebersihan area kerja (LAF) sebelum penanaman. 0-60 61-75 76-90 91-100
Melaksanakan teknik transfer eksplan (subkultur) secara aseptik di LAF dengan tingkat kontaminasi hasil praktik < 10%. 0-60 61-75 76-90 91-100
Kemampuan mengobservasi dan membuat laporan pertumbuhan eksplan secara akurat pasca penanaman. 0-60 61-75 76-90 91-100

4. Panen dan Pasca Panen

4

Alur Tujuan Pembelajaran

TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI POKOK DIMENSI P3 JP
1. Menganalisis prosedur persiapan panen dan teknik panen planlet hasil kultur jaringan sesuai standar higienitas. 2. Melaksanakan tahapan pasca panen (sorting, grading, packing, dan labelling) untuk memastikan kualitas dan ketahanan produk kultur jaringan saat distribusi. 3. Mengidentifikasi dan memecahkan masalah umum yang terjadi selama proses pasca panen tanaman hasil kultur jaringan. Prosedur Pemanenan Tanaman Kultur Jaringan (Planlet) dan Teknik Pasca Panen Modern (Sorting, Grading, Packing, dan Labelling) untuk Komoditas Sensitif. Mandiri (Bertanggung jawab dalam menjaga sterilitas dan kualitas produk), Bernalar Kritis (Menganalisis kesesuaian grade produk dengan standar pasar), Kreatif (Merancang kemasan yang efisien dan aman untuk distribusi). 8

Modul Ajar (Deep Learning Approach)

I. Identitas & Kompetensi

Modul Ajar ATPH - Elemen Pemanenan dan Pasca Panen (Fase F)

  • Peserta didik telah memahami konsep dasar kultur jaringan dan tahapan aklimatisasi tanaman.
  • Peserta didik memiliki pengetahuan dasar mengenai pentingnya sanitasi dan higienitas dalam budidaya tanaman.

II. Pertanyaan Pemantik

  • Mengapa kerusakan sekecil apa pun pada planlet hasil kultur jaringan saat panen dan pasca panen dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang besar?
  • Jika Anda harus mengirim 1.000 planlet anggrek ke luar pulau, strategi pengemasan (packing) seperti apa yang harus Anda terapkan agar planlet tiba dalam kondisi 100% prima? (Tinjau dari segi biaya, keamanan, dan waktu).

🧘 Mindful

Fokus pada detail. Peserta didik melakukan observasi mendalam (Mindful Observation) terhadap planlet yang siap panen, mencatat kondisi akar, daun, dan media. Melakukan praktik panen dengan kesadaran penuh terhadap sterilitas dan kehati-hatian, memahami sensitivitas planlet pasca aklimatisasi.

💡 Meaningful

Pembelajaran berbasis kasus (Case-Based Learning). Peserta didik menganalisis studi kasus kegagalan pengiriman planlet akibat packing yang buruk. Mereka kemudian merancang SOP pasca panen yang bermakna, menghubungkan kriteria grading (Meaningful Grading) dengan nilai jual komoditas di pasar (misalnya, anggrek grade A vs grade B).

😊 Joyful

Simulasi 'Kompetisi Packing Terbaik dan Tercepat'. Kelompok peserta didik berlomba merancang dan menguji kekuatan/efisiensi kemasan produk (menggunakan dummy planlet atau planlet non-komersial). Mereka mempresentasikan desain kemasan mereka yang paling inovatif dan aman (Joyful Innovation), dinilai berdasarkan aspek keamanan dan estetik produk.

Media Pembelajaran & LKS

Rekomendasi Media

Video demonstrasi teknik panen dan pasca panen planlet, planlet tanaman hasil aklimatisasi (contoh: pisang/anggrek/tanaman hias), alat panen steril (pinset, cutter), bahan sorting dan grading, material packing (kotak kardus, busa, gel agar, labelling sticker), SOP perusahaan agribisnis.

Lembar Kerja Siswa (LKS)

  1. Persiapan: Siapkan alat dan bahan pasca panen, pastikan area kerja higienis.
  2. Praktik Teknik Panen: Lakukan pengambilan planlet dari media tanam dengan teknik yang meminimalisir kerusakan akar dan kontaminasi.
  3. Sorting dan Grading: Klasifikasikan planlet berdasarkan kriteria kualitas (tinggi, jumlah daun, kesehatan akar) dan catat hasilnya.
  4. Packing dan Labelling: Rancang dan terapkan kemasan yang telah disepakati untuk menjamin keamanan planlet selama 72 jam pengiriman. Lakukan labelling sesuai standar informasi produk.
  5. Evaluasi dan Refleksi: Uji ketahanan kemasan (simulasi goncangan/tumpukan) dan diskusikan kelebihan serta kekurangan metode packing yang digunakan.

Rubrik Asesmen (KKTP)

Indikator Belum Cukup Kompeten Sangat
Peserta didik mampu melaksanakan persiapan dan teknik panen planlet dengan kehati-hatian dan higienitas yang tinggi. 0-60 61-75 76-90 91-100
Peserta didik mampu menerapkan sorting, grading, packing, dan labelling planlet secara prosedural dan menghasilkan kemasan yang aman, fungsional, dan informatif. 0-60 61-75 76-90 91-100

Posting Komentar untuk "Perangkat Ajar Konsentrasi Keahlian ATPH Materi Kultur Jaringan"