Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kultur Invitro Skala Rumah Tangga


Kultur Jaringan Anggrek
๐ŸŒบ ๐ŸŒธ ๐Ÿ’œ ๐ŸŒบ

Kultur In Vitro Anggrek Skala Rumah Tangga

Panduan Lengkap Perbanyakan Anggrek dengan Metode Kultur In Vitro

Apa itu Kultur In Vitro?

Kultur in vitro adalah teknik perbanyakan tanaman secara vegetatif dengan menumbuhkan bagian tanaman (eksplan) dalam media buatan yang steril di dalam laboratorium. Metode ini sangat efektif untuk perbanyakan anggrek dalam jumlah banyak dengan waktu relatif singkat dan bebas dari penyakit.

๐Ÿงช ๐ŸŒบ

Alat dan Bahan

Persiapan peralatan steril dan bahan-bahan yang diperlukan untuk kultur in vitro anggrek

Alat yang diperlukan: Alat Tulis, Sauce cup, Enkas, Petridis, Pinset, Pisau, Plastik Wraping, Timbangan
Bahan yang diperlukan: Anggrek subkultur III, Agar-agar swallow (putih), Air aqua, Air kelapa, Alkohol 70%, Amoxicillin, Arang aktif (active carcoal), Bayclin, Formalin 0,04%, Growmore (20-20-20), Gula putih, H2O2 3% dan 5%, HCl 1N, Jagung manis, Kacang hijau, Kacang merah, Kacang tanah, Kentang, NaOH 1N, Pisang ambon, Toge, Tomat, Ubi Jalar, dan Vitamin B1 IPI (25 mg vitamin B1).
๐Ÿ”ฌ ๐ŸŒธ

Langkah-Langkah

Prosedur lengkap dari sterilisasi hingga penanaman eksplan dalam media kultur

1. Sterilisasi Peralatan Peralatan yang akan digunakan untuk pembuatan media dan penanaman dicuci menggunakan deterjen dan dibilas. Setelah itu direndam dalam larutan bleach atau pemutih (Bayclin) 5% selama 10 menit kemudian dijemur dibawah sinar matahari.
2. Penimbangan bahan Bahan-bahan yang akan digunakan sebagai media ditimbang.
3. Pembuatan media Setelah semua bahan ditimbang, bahan-bahan organik (pisang ambon, kacang tanah, kacang merah, kacang hijau, toge, kentang, tomat, dan ubi) diblender dan dimasak sampai matang, kemudian disaring untuk diambil ekstraknya. Air dipanaskan sampai mendidih dan tambahkan ekstrak bahan organik dan bahan-bahan lain kecuali Agar-agar, arang aktif, Vitamin C, dan Amoxicillin. Semua bahan diaduk sampai rata dan ditambah agar-agar sedikit demi sedikit sampai merata setelah tercampur dengan agar-agar, media diaduk kembali sampai mendidih. Vitamin C dan amoxicillin ditambah sambil aduk kembali kemudian arang aktif ditambah sedikit demi sedikit. Auksin dan vitamin B1 dimasukan sesuai perlakuan. Keasaman (pH) media diukur menggunakan pH meter. Tingkat keasaman yang ideal untuk media Anggrek 5,5-5,8. Jika pH terlalu masam NaOH ditambahkan sedangkan jika terlalu alkali HCl ditambahkan hingga tercapai pH yang diinginkan. Media yang telah dibuat dituangkan sauce cup 10 ml dan ditutup, selanjutnya siap untuk di sterilisasi.
4. Sterilisasi media Media disterilisasi menggunakan dandang nasi selama 30 menit, kemudian biarkan sampai media membeku dan siap untuk digunakan.
5. Penanaman eksplan Sebelum penanaman eksplan, entkas yang akan digunakan disterilisasi dengan menggunakan H2O2 5% yang disemprotkan pada dinding dalam entkas lalu dilap menggunakan tissue. Larutan formalin 0,04% diletakan di pojok kiri entkas. Semua alat dan bahan yang akan dimasukan kedalam entkas disemprot dengan menggunakan alkohol 70% atau H2O2 3%. Demikian pula semua alat seperti petridisk, pinset, pisau, spatula disterilisasi terlebih dahulu dengan cara dibakar diatas lampu bunshen termasuk juga botol yang berisi eksplan. Eksplan yang digunakan adalah Anggrek yang berasal dari subkultur III.
Cara penanaman: 1. Botol tanaman yang berisi eksplan diambil
2. Mulut botol eksplan dibakar di atas lampu bunshen sampai terlihat bening
3. Eksplan diambil menggunakan pinset dan disimpan diatas petridis yang telah disiapkan
4. Koloni eksplan dipecah menjadi individu tunggal dan dibersihkan dari media lama yang masih menempel
5. Eksplan sebanyak lima tanaman ditanamkan pada botol bermedia yang telah disterilisasi lalu ditutup
6. Botol yang berisi lima eksplan diberi label perlakuan disimpan pada tempat penyimpanan.
๐ŸŒฑ ๐Ÿ’œ

Perawatan

Tips merawat kultur anggrek agar tumbuh optimal dan terhindar dari kontaminasi

Tips Perawatan Kultur Anggrek: - Pastikan botol mendapatkan cahaya yang cukup
- Cek secara berkala kondisi kultur
- Jika ada botol yang terkontaminasi, segera pisahkan dari botol yang lain
- Jika posisi ditumpuk, jangan lebih dari 3 tahap agar cahaya masih bisa masuk ke botol paling bawah
- Jaga suhu ruangan tetap stabil antara 22-26°C
- Hindari paparan langsung sinar matahari
- Perhatikan kelembaban ruangan
- Berikan pencahayaan 12-16 jam per hari
- Pantau pertumbuhan planlet secara rutin
๐Ÿ“‹ ๐ŸŒบ

Aklimatisasi

Proses pemindahan plantlet dari botol kultur ke media tanam biasa

Kompoting Anggrek: Kompoting anggrek merupakan salah satu kegiatan pertama dalam aklimatisasi anggrek. Kompot merupakan singkatan dari Komuniti pot atau komunal pot yakni gabungan dari banyaknya bibit anggrek sejenis dalam satu pot. Kelebihan dari pembuatan kompot ini adalah tingkat keberhasilan hidup dari tanaman lebih tinggi dibandingkan dengan bibit yang baru keluar dari botol langsung dibuat single pot atau pot satuan.
Urutan kegiatan pembuatan Kompot anggrek: 1. Lakukan Persiapan Alat dan Bahan
Alat bahan yang diperlukan diantaranya:
- Baki Cuci
- Pinset Panjang/Kawat Pengait
- Nampan/Waskom
- Pot 10 cm (soft pot/pot plastik)
- Kertas stensil
- Air Bersih
- Larutan desinfektan/Pestisida
- Media Tanam
2. Siapkan Media Tanam Anggrek
Media tanam yang perlu disiapkan adalah moss (bisa moss putih/Spaghnum Moss, Moss Hijau atau Moss Hitam/Akar Kadaka), Pecahan genting/potongan Kulit pinus/cocochips/potongan stereofoam
3. Tuliskan keterangan pada Label
Label diberikan keterangan nama anggrek yang akan di aklimatisasi dan tanggal keluar dari botol
4. Siapkan Larutan pestisida
Pestisida yang digunakan bisa bakterisida atau Fungisida atau campuran dari keduanya. Untuk dosis dari pestisida yang digunakan lihat pada anjuran dosis pemakaian pada label pestisida tersebut ambil dosis terkecil dan gunakan setengah dosisnya saja.
Langkah-langkah selanjutnya: - Masukkan air ke dalam botol dan botol digoyangkan, supaya bibit Anggrek (Planlet) terlepas dari media agar.
- Keluarkan Anggrek botol menggunakan kawat pengait/pinset panjang.
- Planlet dicuci menggunakan air biasa di baki cuci.
- Planlet diangkat menggunakan pinset.
- Planlet ditiriskan menggunakan baki yang beralaskan tissue/ kertas stensil.
- Planlet dicelupkan ke dalam larutan pestisida selama 3-5 detik.
- Planlet ditiriskan atau dikeringanginkan.
- Planlet ditanam pada pot/media yang telah disiapkan.
- Planlet diberi label yang sudah disiapkan.
- Planlet disimpan di tempat yang telah disediakan.
- Planlet dirawat dengan baik.

Posting Komentar untuk "Kultur Invitro Skala Rumah Tangga"