Jurnal Refleksi Dwi Mingguan 3.2
Pada kali ini saya akan sedikit berbagi mengenai apa yang sudah saya dapatkan dalam pembelajaran pada modul 3.2 mengenai Pemimpin dalam Pengelolaan Sumberdaya. Jurnal refleksi dwimingguan adalah sebuah tulisan tentang refleksi diri setelah mengikuti sebuah kegiatan pelatihan (upgrading skill) yang ditulis secara rutin setiap dua mingguan sesuai dengan pengalaman saya dalam proses pendidikan guru penggerak ini
Jadi, kali ini saya akan menulis mengenai refleksi saya mengenai kegiatan-kegiatan pelatihan yang sudah kami lalui, khususnya pada modul 3.2 Pemimpin dalam Pengelolaan Sumberdaya. Dalam menulis jurnal refleksi ini saya menggunakan model 1 yaitu model 4F (1. Fact; 2. Feeling; 3. Findings; dan 4. Future), yang diprakarsai oleh Dr. Roger Greenaway.
1. Facts (Peristiwa)
Peristiwa yang saya alami pada modul kali ini sama seperti pada modul-modul sebelumnya yakni pengalaman yang sangat berharga karena pada materi 3.2 Pemimpin dalam Pengelolaan Sumberdaya ini saya belajar bagaimana seorang pemimpin pembelajaran yang bisa mengelola sumberdaya yang dimiliki untuk mengoptimalkan pembelajaran guna menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman dan menyenangkan serta bermakna bagi semua warga sekolah.
Apa saja yang saya pelajari pada modul kali ini?
Berikut saya uraikan sedikit apa yang telah saya alami pada modul ini :
beberapa link tugas yang sudah saya buat :
Ruang Kolaborasi
Demonstrasi Kontekstual
Koneksi Antar Materi
2. Feelings (Perasaan)
Setelah mempelajari modul Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya, muncul beberapa perasaan pada pengalaman dan pemahaman saya
A. Peningkatan rasa percaya diri: Memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam pengelolaan sumber daya sebagai seorang pemimpin dapat meningkatkan rasa percaya diri saya. Mengetahui cara efektif untuk mengelola sumber daya, seperti waktu, tenaga, dan anggaran, dapat memberikan keyakinan bahwa seseorang memiliki kemampuan untuk memimpin dan mencapai tujuan dengan lebih baik.
B. Inspirasi: Modul ini memberikan wawasan dan contoh-contoh praktis tentang kepemimpinan yang berhasil dalam pengelolaan sumber daya. Hal ini dapat menginspirasi seseorang untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan mereka sendiri dan mengaplikasikan strategi yang efektif dalam mengelola sumber daya di berbagai konteks.
C. Rasa tanggung jawab: Pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya pengelolaan sumber daya sebagai seorang pemimpin dapat memunculkan rasa tanggung jawab yang lebih besar. saya merasa terdorong untuk mengambil peran aktif dalam mengelola sumber daya secara efisien dan bertanggung jawab, dengan mempertimbangkan kepentingan individu dan kelompok yang dipimpin.
D. Ketertarikan pada pengembangan diri: Modul ini menyoroti pentingnya pengembangan diri sebagai pemimpin dalam pengelolaan sumber daya. Setelah mempelajarinya, saya merasa termotivasi untuk terus belajar dan meningkatkan keterampilan dalam mengelola sumber daya dengan lebih baik. Hal ini memicu minat dalam mencari peluang pembelajaran dan pengembangan diri yang lebih lanjut.
Modul "Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya" memberikan beberapa hal yang dapat dipelajari, yaitu:
A. Keterampilan pengelolaan sumber daya: Modul ini akan memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang cara efektif mengelola sumber daya seperti waktu, tenaga, dan anggaran. Kita akan belajar bagaimana mengoptimalkan penggunaan sumber daya ini untuk mencapai tujuan dengan lebih baik.
B. Kepemimpinan yang efektif: Modul ini memberikan wawasan tentang kepemimpinan yang berhasil dalam pengelolaan sumber daya. Kita akan belajar strategi dan praktik kepemimpinan yang efektif dalam konteks pengelolaan sumber daya.
C. Tanggung jawab sebagai pemimpin: Kita akan memahami pentingnya tanggung jawab dalam pengelolaan sumber daya sebagai seorang pemimpin. Modul ini akan membantu Kita mengembangkan rasa tanggung jawab yang lebih besar terhadap pengelolaan sumber daya dengan efisien dan bertanggung jawab.
D. Pengembangan diri sebagai pemimpin: Modul ini akan menekankan pentingnya pengembangan diri sebagai pemimpin dalam pengelolaan sumber daya. Kita akan diberikan dorongan untuk terus belajar dan meningkatkan keterampilan dalam mengelola sumber daya dengan lebih baik.
Dengan mempelajari modul ini, Kita akan dapat mengembangkan keterampilan pengelolaan sumber daya, meningkatkan kepemimpinan yang efektif, merasakan tanggung jawab yang lebih besar, dan memperoleh kesadaran akan pentingnya pengembangan diri sebagai pemimpin.
4. Future (Penerapan)
Setelah mempelajari modul "Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya", sekolah dapat menerapkan beberapa langkah untuk meningkatkan pengelolaan sumber daya yang lebih efektif, antara lain:
A. Pengelolaan waktu yang efisien: Sekolah dapat menerapkan strategi pengelolaan waktu yang efektif untuk guru dan siswa. Ini meliputi pengaturan jadwal yang baik, alokasi waktu yang tepat untuk setiap aktivitas, penggunaan alat bantu seperti perencanaan harian atau mingguan, serta menghindari pemborosan waktu yang tidak perlu.
B. Optimalisasi penggunaan tenaga kerja: Sekolah dapat mempertimbangkan cara untuk mengoptimalkan penggunaan tenaga kerja yang ada. Hal ini meliputi pengaturan tugas dan tanggung jawab yang jelas, delegasi tugas kepada staf yang sesuai, dan memanfaatkan keahlian individu dengan bijaksana.
C. Manajemen anggaran yang efisien: Sekolah dapat melakukan evaluasi anggaran dan mengidentifikasi area di mana penggunaan dana dapat dioptimalkan. Ini melibatkan pengelolaan pengeluaran dengan hati-hati, pemantauan anggaran secara teratur, serta peninjauan kebijakan pengeluaran untuk memastikan efisiensi dan pemenuhan kebutuhan.
D. Pengembangan keterampilan kepemimpinan: Sekolah dapat memberikan pelatihan dan pengembangan keterampilan kepemimpinan kepada staf dan siswa. Ini termasuk mengidentifikasi dan memperkuat keterampilan kepemimpinan yang diperlukan dalam pengelolaan sumber daya, seperti kemampuan mengatur, mengkoordinasikan, dan menginspirasi orang lain.
E. Mendorong pengembangan diri: Sekolah dapat memberikan kesempatan bagi staf dan siswa untuk terus belajar dan mengembangkan diri dalam pengelolaan sumber daya. Ini melibatkan penyediaan sumber daya dan program pengembangan diri, seperti pelatihan, seminar, atau bimbingan, yang dapat membantu meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam pengelolaan sumber daya.
F. Membangun budaya pengelolaan sumber daya yang positif: Sekolah dapat menciptakan budaya di mana pengelolaan sumber daya dihargai dan didorong. Hal ini melibatkan komunikasi yang terbuka tentang pentingnya pengelolaan sumber daya yang efektif, pengakuan terhadap usaha dan prestasi dalam pengelolaan sumber daya, serta penerapan kebijakan dan prosedur yang mendukung pengelolaan sumber daya yang baik.
Dengan menerapkan langkah-langkah ini, sekolah dapat meningkatkan pengelolaan sumber daya secara keseluruhan dan menciptakan lingkungan yang lebih efisien dan efektif untuk seluruh komunitas sekolah.
.png)
Posting Komentar untuk "Jurnal Refleksi Dwi Mingguan 3.2"