Jurnal Refleksi Dwimingguan Modul 3.1
Pada kali ini saya akan sedikit berbagi mengenai apa yang sudah saya dapatkan dalam pembelajaran pada modul 3.1 mengenai Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin. Jurnal refleksi dwimingguan adalah sebuah tulisan tentang refleksi diri setelah mengikuti sebuah kegiatan pelatihan (upgrading skill) yang ditulis secara rutin setiap dua mingguan sesuai dengan pengalaman saya dalam proses pendidikan guru penggerak ini
Jadi, kali ini saya akan menulis mengenai refleksi saya mengenai kegiatan-kegiatan pelatihan yang sudah kami lalui, khususnya pada modul 3.1 mengenai Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin. Dalam menulis jurnal refleksi ini saya menggunakan model 1 yaitu model 4F (1. Fact; 2. Feeling; 3. Findings; dan 4. Future), yang diprakarsai oleh Dr. Roger Greenaway. 4F dapat diterjemahkan menjadi 4P (1. Peristiwa; 2. Perasaan; 3. Pembelajaran; dan 4. Penerapan)
1. Facts (Peristiwa)
Peristiwa yang saya alami pada modul kali ini sama seperti pada modul-modul sebelumnya yakni pengalaman yang sangat berharga karena pada materi 3.1 mengenai Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin ini saya belajar bagaimana seorang pemimpin mengambil keputusan dan memecahkan masalah dengan tepat bahkan dalam kondisi yang bimbang karena peristiwa-peristiwa yang terjadi sama-sama benar atau dalam materi ini disebutnya dilema etika.
Apa saja yang saya pelajari pada modul kali ini?
Berikut saya uraikan sedikit apa yang telah saya alami pada modul ini :
beberapa link tugas yang sudah saya buat :
Ruang Kolaborasi 2 :
Demonstrasi Kontekstual
Koneksi Antar Materi
https://www.arasuhara.com/2023/04/rangkuman-koneksi-antar-materi-modul-31.html
2. Feelings (Perasaan)
Selama saya mempelajari modul 3.1 ini saya merasa senang dengan pengalaman yang saya dapatkan kali ini. Materi ini memberikan saya pengetahuan bagaimana seorang pemimpin dapat mengambil keputusan yang bijak terutama keputusan yang mengutamakan kepentingan murid. Apalagi dalam modul ini saya diberikan kesempatan untuk praktik dengan rekan CGP lain dalam memecahkan masalah yang muncul dari sekolah masing-masing dan mempresentasikan serta diskusi dalam Ruang Kolaborasi serta berkesempatan mewawancarai 2 pimpinan sekolah sekaligus berbagi pengelaman dengan mereka, bagaimana ketika mereka mengambil keputusan disekolah yang mereka pimpin.
3. Findings (Pembelajaran)
Pembelajaran yang dapat saya ambil dari materi kali ini yakni Sebagai seorang pemimpin pembelajaran, seorang guru harus memiliki kemampuan dalam mengambil keputusan secara bijaksana dan sejalan dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh sekolah tersebut. Keberanian dan kepercayaan diri juga dibutuhkan untuk menghadapi konsekuensi dan implikasi dari keputusan yang diambil, karena tidak ada keputusan yang dapat sepenuhnya memenuhi kepentingan semua pemangku kepentingan.
Proses
pengambilan keputusan yang bertanggung jawab membutuhkan kompetensi-kompetensi
seperti self awareness, self management, social awareness, dan relationship
skills. Hal ini sesuai dengan semboyan patrap triloka Ing Ngarso sung tulodho,
yang menekankan pentingnya membangun kerja sama dan kesetiakawanan di antara
semua warga sekolah.
Selain itu,
nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita akan mempengaruhi prinsip-prinsip
yang kita gunakan dalam pengambilan keputusan. Sebagai seorang pendidik,
nilai-nilai kejujuran, integritas, dan kebajikan harus dijunjung tinggi dan
diajarkan pada murid-murid kita. Keterampilan coaching juga penting bagi
seorang guru untuk membantu setiap anak didiknya mengoptimalkan potensi dan
bakat yang dimiliki.
Dalam
pengambilan keputusan yang tepat, seorang pemimpin pembelajaran harus
mempertimbangkan prinsip-prinsip berbasis etika, visi misi sekolah yang
berpihak pada murid, budaya positif, serta nilai-nilai yang dianggap penting
dalam sebuah institusi. Paradigma dilema etika seperti individu vs masyarakat,
rasa keadilan vs rasa kasihan, kebenaran vs kesetiaan, dan jangka pendek vs
jangka panjang juga perlu dipertimbangkan.
Untuk mengambil
keputusan yang baik, seorang pemimpin pembelajaran dapat mengikuti 9 langkah
pengambilan keputusan, yaitu mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan,
menentukan siapa saja yang terlibat, mengumpulkan informasi yang relevan,
menentukan opsi yang tersedia, mengevaluasi opsi-opsi tersebut, memilih opsi
yang paling sesuai, mengambil tindakan, mengevaluasi hasil, dan menentukan
tindakan selanjutnya.
Dalam
melaksanakan tugasnya, seorang pemimpin pembelajaran harus memiliki empati yang
terlatih dan kemampuan pengelolaan diri yang penuh kesadaran (Mindfulness).
Dengan begitu, pengambilan keputusan yang diambil akan lebih bijaksana dan
menghasilkan lingkungan yang positif, kondusif, aman, dan nyaman untuk seluruh
warga sekolah, sehingga tercipta profil pelajar pancasila.
4. Future (Penerapan)
Penerapan yang akan dilakukan yakni mempraktikan apa yang telah saya pelajari dengan beberapa langkah yang harus saya latih diantaranya :
1.
Mengidentifikasi nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh sekolah: Langkah
pertama dalam pengambilan keputusan yang bertanggung jawab adalah memahami
nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh sekolah. Sebagai seorang pemimpin
pembelajaran, saya harus mengetahui nilai-nilai etika dan moral yang dianggap penting
dalam institusi dan mempertimbangkan nilai-nilai tersebut dalam pengambilan
keputusan.
2.
Membangun kompetensi yang diperlukan: Seorang pemimpin pembelajaran harus
memiliki kompetensi-kompetensi seperti self awareness, self management, social
awareness, dan relationship skills untuk membuat keputusan yang bertanggung
jawab. Anda perlu membangun dan meningkatkan kemampuan saya dalam bidang-bidang
tersebut melalui pelatihan, pembelajaran mandiri, dan pengalaman.
3.
Membangun nilai-nilai yang tepat: Sebagai seorang pendidik, Saya harus
memprioritaskan nilai-nilai kejujuran, integritas, dan kebajikan dan
mengajarkan nilai-nilai tersebut pada murid-murid Saya. Saya juga perlu
membangun keterampilan coaching untuk membantu murid-murid Saya mengoptimalkan
potensi dan bakat mereka.
4.
Memahami paradigma dilema etika: Saya harus memahami paradigma dilema etika
seperti individu vs masyarakat, rasa keadilan vs rasa kasihan, kebenaran vs
kesetiaan, dan jangka pendek vs jangka panjang untuk membantu Saya membuat
keputusan yang lebih bijaksana dan bertanggung jawab.
5.
Mengikuti langkah-langkah pengambilan keputusan: Saya dapat mengikuti 9 langkah
pengambilan keputusan, yaitu mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan,
menentukan siapa saja yang terlibat, mengumpulkan informasi yang relevan,
menentukan opsi yang tersedia, mengevaluasi opsi-opsi tersebut, memilih opsi
yang paling sesuai, mengambil tindakan, mengevaluasi hasil, dan menentukan
tindakan selanjutnya.
6.
Mengembangkan empati dan mindfulness: Seorang pemimpin pembelajaran harus
memiliki empati yang terlatih dan kemampuan pengelolaan diri yang penuh
kesadaran (Mindfulness). Saya dapat mengembangkan kemampuan ini melalui
meditasi, olahraga, atau latihan lain yang membantu Saya memperkuat kemampuan Saya dalam mengelola emosi dan stres.
Dengan mengikuti langkah-langkah ini, diharapkan saya akan dapat membuat keputusan yang lebih bertanggung jawab dan membangun lingkungan sekolah yang lebih positif, kondusif, aman, dan nyaman untuk seluruh warga sekolah, sehingga tercipta profil pelajar pancasila.
.jpg)
Posting Komentar untuk "Jurnal Refleksi Dwimingguan Modul 3.1"