Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jurnal Refleksi Dwimingguan modul 1.4

 




Di sini saya akan menulis mengenai jurnal refleksi dwi mingguan modul 1.4 Budaya Positif. 

Jurnal refleksi dwimingguan adalah sebuah tulisan tentang refleksi diri setelah mengikuti sebuah kegiatan pelatihan (upgrading skill) yang ditulis secara rutin setiap dua mingguan sesuai dengan pengalaman saya dalam proses pendidikan guru penggerak ini

Jadi, kali ini saya akan menulis mengenai refleksi saya mengenai kegiatan-kegiatan pelatihan yang sudah kami lalui, khususnya pada modul 1.4 tentang Budaya Positif. Dalam menulis jurnal refleksi ini saya menggunakan model 1 yaitu model 4F (1. Fact; 2. Feeling; 3. Findings; dan 4. Future), yang diprakarsai oleh Dr. Roger Greenaway. 4F dapat diterjemahkan menjadi 4P (1. Peristiwa; 2. Perasaan; 3. Pembelajaran; dan 4. Penerapan)

1. Facts (Peristiwa)

Pada modul kali ini kami dihadapkan dengan materi yang lumayan berbonot dan sangat bermanfaat bagi perubahan yang ada di sekolah karena materi ini menurut saya merupakan materi yang sangat dekat dengan kegiatan disekolah, meskipun sangat mudah di ucapkan namun kadang sangat sulit dilaksanakan.  "Budaya Positif" dua kata ini merupakan hal yang bisa membawa perubahan suasana di sekolah, dengan menerapka ini lingkungan atau atmosfer sekolah bisa lebih nyaman dalam proses pembelajaran.

Apa saja yang kami pelajari pada modul kali ini?

Berikut saya uraikan sedikit apa yang telah saya alami pada modul ini :

beberapa link tugas yang sudah saya buat : 

1.     Keyakinan kelas

Kebutuhan dasar manusia dan dunia berkualitas

https://www.arasuhara.com/2022/12/modul-14a44-kebutuhan-dasar-manusia-dan.html

Demonstrasi Kontekstual 

2. Feelings (Perasaan)

Selama saya mempelajari Modul 1.4 ini saya memiliki banyak pengalaman baru mengenai penerapan budaya positif di sekolah, saya ingin menciptakan suasana yang lebih nyaman, aman dan bahagia untuk murid dan warga sekolah dalam menjalankan aktivitas di instansi pendidikan yang saya tempati sekarang.

3. Findings (Pembelajaran)

Setelah mempelajari modul 1.4 ini saya memehami beberapa keterkaitan dari beberapa materi budaya positif ini diantaranya :

Disiplin positif dan nilai-nilai kebijakan universal saling terkait karena disiplin positif merupakan sebuah pendekatan yang berfokus pada pengajaran dan pengembangan anak yang positif, serta memperkuat hubungan yang positif antara orang tua/guru dan anak. Dalam disiplin positif, ditekankan pada pentingnya nilai-nilai kebijakan universal seperti kesetaraan, keadilan, dan hormat pada hak asasi manusia.

Teori motivasi, hukuman dan penghargaan, restitusi juga saling terkait karena ketiganya merupakan konsep yang digunakan dalam manajemen perilaku. Teori motivasi menjelaskan bagaimana cara memotivasi seseorang untuk melakukan sesuatu, sedangkan hukuman dan penghargaan adalah cara untuk memperkuat atau memperlemah perilaku tersebut. Restitusi merupakan konsep yang mengajarkan seseorang untuk bertanggung jawab atas perilakunya dan memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan.

Keyakinan kelas dan restitusi berkaitan karena keduanya merupakan pendekatan yang memperkuat hubungan antara siswa dan guru, serta meningkatkan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Dalam keyakinan kelas, ditekankan pada pentingnya membangun hubungan yang positif antara siswa dan guru, sementara dalam restitusi, siswa diajarkan untuk bertanggung jawab atas perilakunya dan memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan.

Kebutuhan dasar manusia dan dunia berkualitas juga saling terkait karena keduanya berfokus pada upaya untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia, seperti kebutuhan akan makanan, air, tempat tinggal, kesehatan, dan pendidikan. Dalam menciptakan dunia yang berkualitas, perlu dipenuhi kebutuhan dasar manusia yang memadai.

Lima posisi kontrol dan segitiga restitusi saling terkait karena keduanya merupakan konsep yang digunakan dalam restitusi. Lima posisi kontrol mengajarkan tentang cara mengubah perilaku seseorang melalui lima posisi kontrol yang berbeda-beda, sementara segitiga restitusi merupakan konsep yang mengajarkan seseorang untuk bertanggung jawab atas perilakunya dan memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan.

Segitiga restitusi juga berkaitan dengan restitusi-lima posisi kontrol karena keduanya merupakan konsep yang digunakan dalam restitusi. Segitiga restitusi mengajarkan tentang cara memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan, sedangkan restitusi-lima posisi kontrol mengajarkan tentang cara mengubah perilaku seseorang melalui lima posisi kontrol yang berbeda-beda.

4. Future (Penerapan)

Untuk menerapkan apa yang telah saya pelajari dari modul 1.4 ini, bisa saya lakukan melali hal terkecil terlebh dahulu yakni menerapkan budaya positif dikelas dan ruangan saya, menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan belajar untuk mata pelajaran yang saya ampu. serta membagikan praktik baik kepada rekan-rekan sejawat.

berikut contoh aksinyata untuk desiminasi yang telah saya lakukan dan penyusunan keyakinan kelas :
Keyakinan Kelas

Aksinyata 1.4

Posting Komentar untuk "Jurnal Refleksi Dwimingguan modul 1.4"