KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA
KESEHATAN
DAN KESELAMATAN KERJA
1.
Pengertian Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
Pelaksanaan
K3 merupakan salah satu bentuk upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman,
sehat dan bebas dari pencemaran lingkungan, sehingga dengan menerapkan K3 akan
dapat mengurangi dan atau bebas dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja
yang pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja.
Kesehatan dan keselamatan kerja telah diatur dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun
1970 tentang keselamatan kerja.
Keselamatan
dan Kesehatan Kerja merupakan instrumen untuk
memproteksi pegawai, lingkungan, dan masyarakat sekitar dari bahaya akibat kecelakaan di lingkungan kerja dan
kondisi yang dapat mempengaruhi
kesehatan pegawai di lingkungan kerja.
Konsep
Dasar K3 adalah melindungi keselamatan dan kesehatan para pekerja dalam menjalankan pekerjaannya
melalui upaya-upaya pengendalian semua
bentuk potensi bahaya yang ada di lingkungan tempat kerjanya.
Secara
umum, keselamatan kerja merupakan ilmu dan penerapannya yang berkaitan dengan mesin, pesawat, alat kerja,
bahan, dan proses pengolahannya,
landasan tempat kerja dan lingkungan kerja serta cara melakukan pekerjaan guna menjamin keselamatan
pegawai dan aset agar terhindar dari
kecelakaan dan kerugian lainnya. Sedangkan kesehatan kerja bertujuan untuk meningkatkan kualitas
hidup pegawai melalui peningkatan
kesehatan, pencegahan penyakit akibat kerja yang meliputi pemeriksaan kesehatan, pengobatan, dan
pemberian makan serta minum yang
bergizi.
Dalam
dunia usaha bidang perikanan khususnya budidaya ikan merupakan salah satu
sektor dunia usaha yang menggunakan tenaga kerja untuk memenuhi target
produksinya. Tempat kerja adalah suatu ruangan atau lapangan, tertutup atau
terbuka, bergerak atau tetap dimana tenaga kerja bekerja atau sering dimasuki
tempat kerja untuk keperluan suatu usaha dan dimana terdapat sumbersumber
bahaya. Pada dunia usaha budidaya ikan tempat bekerjanya terdapat di dalam
ruangan atau diluar ruangan bergantung pada tingkat usahanya. Usaha budidaya
ikan dapat dilakukan secara ekstensif, semi intensif ataupun intensif sangat
menentukan penerapan kesehatan dan keselamatan kerjanya. Pada usaha budidaya
ikan secara ektensif atau tradisional dimana pada usaha ini tidak banyak
menggunakan peralatan-peralatan yang dapat menimbulkan bahaya bagi para
pekerjanya
Dalam
lingkungan kerja, beberapa istilah yang sering ditemui antara lain:
a. Hazard (sumber bahaya) yaitu suatu
keadaan yang memungkinkan/dapat menimbulkan
kecelakaan, penyakit, kerusakan atau
menghambat kemampuan pekerja yang ada;
b. Danger
(tingkat bahaya) merupakan peluang bahaya sudah tampak (kondisi bahaya sudah ada tetapi dapat
dicegah dengan berbagai tindakan preventif;
c. Risk
merupakan prediksi tingkat keparahan apabila terjadi bahaya dalam siklus tertentu;
d. Incident
adalah munculnya kejadian yang bahaya (kejadian yang tidak diinginkan, yang dapat/telah mengadakan
kontak dengan sumber energi yang
melebihi ambang batas badan/struktur);
e. Acontainer Craneident kejadian bahaya yang diserta
adanya korban dan/atau kerugian
(manusia/benda).
Sebelum
membahas pengertian dari keselamatan dan kesehatan kerja (k3), disampaikan konsep atau pandangan K3:
a. Konsep
lama
1) Kecelakaan merupakan nasib sial dan merupakan risiko yang harus
diterima.
2) Tidak perlu berusaha mencegah
3) Masih banyak pengganti pekerja
4) Membutuhkan biaya yang cukup tinggi
5) Menjadi faktor penghambat produksi
b. Konsep
masa kini
1) Memandang kecelakaan bukan sebuah nasib.
2) Kecelakaan pasti ada penyebabnya sehingga dapat
dicegah
3) Penyebab: personal factors 80-85% dan environmental factors
15 % sampai 20 %
4) Kecelakaan selalu menimbulkan kerugian
5) Peran pimpinan sangat penting & menentukan
Secara filosofi, keselamatan dan
kesehatan kerja diartikan sebagai sebuah
pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan: tenaga kerja dan manusia pada umumnya (baik
jasmani maupun rohani), hasil karya dan
budaya menuju masyarakat adil, makmur dansejahtera. Sedangkan ditinjau dari keilmuan, keselamatan
dan kesehatan kerja diartikan sebagai
suatu ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam upaya mencegah kecelakaan, kebakaran, peledakan,
pencemaran, penyakit, dan sebagainya (https://prodiaohi.co.id/kesehatan-dan-keselamatan-kerja)
Keselamatan
(safety)
Keselamatan
kerja diartikan sebagai upaya-upaya yang ditujukan untuk melindungi pekerja;
menjaga keselamatan orang lain; melindungi peralatan, tempat kerja dan bahan
produksi; menjaga kelestarian lingkungan hidup dan melancarkan proses produksi.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam keselamatan (safety).
a. Mengendalikan kerugian dari kecelakaan (control
of accident loss)
b. Kemampuan untuk mengidentifikasikan dan
menghilangkan resiko yang tidak bisa diterima (the ability to identify and
eliminate unacceptable risks)
Kesehatan
(health)
Kesehatan
diartikan sebagai derajat/tingkat keadaan fisik dan psikologi individu (the degree
of physiological and psychological well being of the individual). Secara umum, pengertian
dari kesehatan adalah upaya-upaya yang ditujukan untuk memperoleh kesehatan
yang setinggi-tingginya dengan cara mencegah dan memberantas penyakit yang
diidap oleh pekerja, mencegah kelelahan kerja, dan menciptakan lingkungan kerja
yang sehat.
a. Beberapa tahapan prosedur kerja yang perlu
dilakukan ditempat kerja antara lain :
b. Memeriksa area objek yang akan dikerjakan;
c. Menyiapkan dan memeriksa peralatan sesuai dengan
pekerjaan yang akan dilakukan;
d. Menyingkirkan/mengamankan benda-benda di sekitarnya
ke tempat yang aman;
e. Memasang tanda pengaman agar tidak dilintasi;
f. Memakai Alat Pelindung Diri (APD) sesuai
dengan kebutuhan; 6) Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan urutannya;
g. Memeriksa hasil pekerjaan tersebut, apakah
sesuai dengan yang diinginkan;
h. Mengembalikan benda-benda yang
disingkirkan pada nomor 3 tersebut kepada posisi semula;
i. Membersihkan peralatan yang digunakan dan
menyimpan pada tempatnya semula.
Pengaruh
lingkungan kerja terhadap kesehatan merujuk pada kondisi lingkungan kerja,
terutama aspek:
a. Gaya hidup seperti minuman keras, rokok, narkoba, dan
makanan berlemak;
b. Bahan toksik seperti mikroorganisme, patogen, logam berat, B3;
dan
c. Bahaya fisik seperti kebisingan, sinar ultraviolet, debu di
udara.
Penyakit
akibat kerja dan penyakit terkait kerja Penyakit yang diderita pegawai dalam hubungan
dengan kerja, baik karena faktor resiko, kondisi tempat kerja, peralatan kerja
material yang dipakai, proses produksi, limbah, dan hasil produksi.
Penyakit
akibat kerja Penyakit tersebut terjadi hanya diantara populasi pekerja, karena adanya
paparan di tempat kerja merupakan hal utama dan penyebabnya spesifik.
Penyakit terkait
kerja Penyakit ini terjadi juga pada populasi penduduk di luar lingkungan kerja.
Pemaparan di tempat kerja hanya merupakan salah satu faktor dan penyebabnya multifaktor.
Faktor
penyebab penyakit akibat kerja
a. Fisik Berupa kebisingan, suhu dan
kelembaban, kecepatan aliran udara/ angin, getaran/vibrasi mekanis, radiasi
gelombang elektromagnetik dan tekanan udara/atmosfir.
b. Kimia Berupa gas (Co, HCN), uap, debu (asbestosis),
B3, dan larutan kimia.
c. Biologi Bakteri (E.coli dapat menyebabkan diare
dan Mycobacterium bovis menyebabkan TBC), virus (herpesviridae menyebabkan
herpes), jamur (candida albican dapat menyebabkan keputihan), binatang
(serangga melalui gigitan dapat menyebabkan dermatitis), dan tanaman (berupa getah
dapat menyebabkan dermatitis).
d. Fisiologi
a. sikap badan yang kurang baik;
b. cara kerja dan jam kerja;
c. berdiri terus menerus dapat mengakibatkan varises.
e. Mental Psikologi
a. suasana kerja, hubungan antara bawahan dan atasan;
b. pekerjaan yang tidak cocok dengan pendidikan/keahlian;
c. tidak dapat bekerja sama;
d. mudah bosan.
Kesehatan
dan keselamatan kerja pada dunia usaha dan dunia industri harus diperhatikan
dengan seksama pada semua para tenaga kerja yang berada didalam lingkup tersebut.
Pelaksanaan K3 merupakan salah satu bentuk upaya untuk menciptakan tempat kerja
yang aman, sehat dan bebas dari pencemaran lingkungan, sehingga dengan menerapkan
K3 akan dapat mengurangi dan atau bebas dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat
kerja yang pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja.
Kesehatan dan keselamatan kerja telah diatur dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun
1970 tentang keselamatan kerja. Dalam dunia usaha bidang perikanan khususnya budidaya
ikan merupakan salah satu sector dunia usaha yang menggunakan tenaga kerja
untuk memenuhi target produksinya. Tempat kerja adalah suatu ruangan atau lapangan,
tertutup atau terbuka, bergerak atau tetap dimana tenaga kerja bekerja atau sering
dimasuki tempat kerja untuk keperluan suatu usaha dan dimana terdapat
sumbersumber bahaya. Pada dunia usaha budidaya ikan tempat bekerjanya terdapat
di dalam ruangan atau diluar ruangan bergantung pada tingkat usahanya. Usaha
budidaya ikan dapat dilakukan secara ekstensif, semi intensif ataupun intensif
sangat menentukan penerapan kesehatan dan keselamatan kerjanya. Pada usaha
budidaya ikan secara ektensif atau tradisional dimana pada usaha ini tidak
banyak menggunakan peralatan-peralatan yang dapat menimbulkan bahaya bagi para
pekerjanya.
Hirarki
pengendalian resiko merupakan suatu urutan-urutan dalam pencegahan dan
pengendalian resiko yang mungkin timbul yang terdiri dari beberapa tingkatan secara
berurutan. Salah satunya dengan membuat rencana pengendalian antara lain :
a. Eliminasi (Elimination) Eliminasi
merupakan suatu pengendalian resiko yang bersifat permanen dan harus dicoba
untuk diterapkan sebagai pilihan prioritas utama. Eliminasi dapat dicapai
dengan memindahkan obyek kerja atau sistem kerja yang berhubungan dengan tempat
kerja yang tidak dapat diterima oleh ketentuan, peraturan atau standar baku K3 atau
kadarnya melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) yang diperkenankan. Cara
pengendalian yang baik dilakukan adalah dengan eliminasi karena potensi bahaya
dapat ditiadakan.
b. Substitusi (Substitution) Cara pengendalian
substitusi adalah dengan menggantikan bahan- bahan dan peralatan yang lebih
berbahaya dengan bahanbahan dan peralatan yang kurang berbahaya atau yang lebih
aman.
c. Rekayasa Teknik (Engineering Control) Pengendalian
rekayasa teknik termasuk merubah struktur obyek kerja untuk mencegah seseorang
terpapar potensi bahaya. Cara pengendalian yang dilakukan adalah dengan
pemberian pengaman mesin, penutup ban berjalan, pembuatan struktur pondasi mesin
dengan cor beton, pemberian alat bantu mekanik, pemberian absorber suara pada dinding
ruang mesin yang menghasilkan kebisingan tinggi, dan lain-lain.
d. Isolasi (Isolation) Cara pengendalian yang
dilakukan dengan memisahkan seseorang dari obyek kerja, seperti menjalankan mesin-
mesin produksi dari tempat tertutup (control room) menggunakan remote control.
e. Pengendalian Administrasi (Admistration
Control) Pengendalian yang dilakukan adalah dengan menyediakan suatu sistem kerja
yang dapat mengurangi kemungkinan seseorang terpapar potensi bahaya yang
tergantung dari perilaku pekerjanya dan memerlukan pengawasan yang teratur
untuk dipatuhinya pengendalian administrasi ini. Metode ini meliputi penerimaan
tenaga kerja baru sesuai jenis pekerjaan yang akan ditangani, pengaturan waktu
kerja dan waktu istirahat, rotasi kerja untuk mengurangi kebosanan dan
kejenuhan, penerapan prosedur kerja, pengaturan kembali jadwal kerja, training
keahlian dan training K3.
f. Alat Pelindung Diri (Administration
Control) Alat pelindung diri yang digunakan untuk membatasi antara terpaparnya
tubuh dengan potensi bahaya yang diterima oleh tubuh.
Secara
umum penyebab kecelakaan kerja dapat dibagi dalam:
a. Kondisi berbahaya (unsafe condition), yaitu
kondisi yang tidak aman dari peralatan/media elektronik, bahan, lingkungan
kerja, proses kerja, sifat pekerjaan dan cara kerja
b. Perbuatan berbahaya (unsafe act), yaitu
perbuatan berbahaya dari manusia, yang dapat terjadi antara lain karena
Kurangnya pengetahuan dan keterampilan pelaksana, Cacat tubuh yang tidak
kentara (bodily defect), Keletihanan dan kelemahan daya tahan tubuh, Sikap dan perilaku
kerja yang tidak baik, biasanya kecelakaan menyebabkan, kerugian material dan
penderitaan dari yang paling ringan sampai kepada yang paling berat.
Beberapa
hal penting yang berhubungan dengan tingginya angka kecelakaan kerja serta
penyakit akibat kerja dalam suatu perusahaan meliputi:
a. Tidak dilibatkannya tenaga ahli K3 dan
penggunaan metode pelaksanaan yang kurang tepat dalam perusahaan.
b. Lemahnya pengawasan terhadap K3
c. Kurang memadainya kualitas dan kuantitas
ketersediaan peralatan pelindung diri.
d. Kurang disiplinnya para tenaga kerja dalam
mematuhi ketentuan mengenai K3.
sumber:
freepik.com
Dalam
dunia perikanan budidaya ada tiga fase yang dapat dijadikan segmen usaha yaitu
pembenihan, pendederan dan pembesaran. Usaha pembenihan adalah usaha dalam
budidaya ikan yang outputnya adalah benih ikan . Usaha pendederan adalah usaha
dalam budidaya ikan yang outputnya ukuran ikan sebelum ditebarkan ke unit
pembesaran atau ukuran sebelum konsumsi. Sedangkan usaha pembesaran adalah
usaha dalam budidaya ikan yang outputnya adalah ikan berukuran konsumsi.
Kegiatan produksi dalam budidaya ikan dibagi dalam beberapa kegiatan antara
lain adalah pembenihan, pendederan dan pembesaran. Kesehatan dan keselamatan
kerja pada kegiatan produksi tersebut harus dilakukan agar target produksi yang
diharapkan tercapai dan tidak terdapat kecelakaan kerja. Penerapan kesehatan
dan keselamatan kerja pada kegiatan produksi ini berkaitan dengan metode
produksi yang digunakan. Metode produksi dalam budidaya ikan ada tiga yaitu :
1. Metode
produksi secara ekstensif
2. Metode
produksi secara semi intensif
3. Metode
produksi secara intensif
Metode
produksi secara ekstensif adalah suatu metode budidaya yang sangat membutuhkan
areal budidaya yang luas dengan sumber pakan yang digunakan dalam budidaya
adalah pakan alami. Pakan alami ini dibuat didalam wadah budidaya dimana ikan
tersebut dipelihara. Dalam metode produksi ini hasil yang diperoleh membutuhkan
waktu relatif lebih lama. Metode produksi secara semi intensif adalah suatu
metode budidaya yang membutuhkan areal budidaya yang luas dengan sumber pakan
yang digunakan dalam budidaya adalah pakan alami ditambah dengan pakan tambahan
atau supplemental feed. Dalam metode produksi ini ditambahkan pakan buatan yang
mempunyai kandungan nutrisi lebih rendah dari pakan pabrik dan hanya memberikan
kontribusi terhadap penambahan energi kurang dari 50%. Metode produksi secara
intensif adalah suatu metode budidaya yang menggunakan prinsip dari areal
budidaya sekecil-kecilnya diperoleh hasil produksi sebesar-besarnya.
Dengan
prinsip tersebut dalammelakukan budidaya ikan secara intensif adalah dalam
wadah budidaya yang terbatas diperoleh hasil yang optimal. Penggunaan areal
budidaya yang terbatas dengan hasil yang optimal maka dalam proses budidayanya
hanya mengandalkan pakan buatan pabrik atau complete feed. Complete feed ini
merupakan pakan ikan buatan yang memberikan kontribusi terhadap penambahan
energi lebih dari 50%. Kesehatan dan keselamatan kerja pada setiap metode
budidaya ikan ini sangat berbeda karena sangat berbeda tentang target produksi
dan peralatan-peralatan yang digunakan untuk mencapai produksi. Pemilihan
metode produksi ini sangat ditentukan dari ketersediaan sarana prasarana yang
dimiliki. Peralatan produksi yang dapat digunakan dalam membudidayakan ikan ada
beberapa macam. Jenis-jenis peralatan produksi yang dapat digunakan dalam budidaya
ikan berdasarkan siklus budidaya kegiatannya dapat dibagi menjadi tiga yaitu :
1.
Peralatan pembenihan ikan
2.
Peralatan pendederan ikan
3.
Peralatan pembesaran ikan
Berdasarkan
kegiatan yang dilakukan dalam budidaya ikan, peralatan yang harus disediakan
antara lain adalah :
1.
Peralatan pemberian pakan
2.
Peralatan pengukuran kualitas air
3.
Peralatan pencegahan hama dan penyakit ikan
4.
Peralatan pengolahan lahan budidaya
5.
Peralatan pembenihan ikan secara buatan
6.
Peralatan panen
7.
Peralatan listrik.
Peralatan
yang akan disiapkan dalam membudidayakan ikan sangat bergantung kepada metode
produksi yang telah ditetapkan. Peralatan yang digunakan dalam budidaya ikan secara
tradisional atau ekstensif adalah peralatan yang sangat sederhana. Peralatan
yang harus disiapkan dalam metode produksi secara tradisional atau ekstensif
antara lain adalah cangkul yang berfungsi untuk mengolah tanah dasar kolam,
timbangan yang berfungsi untuk menimbang berbagai macam bahan yang dibutuhkan
dalam budidaya seperti pupuk, kapur,dan pakan. Peralatan lainnya adalah golok
atau parang, seser halus dan kasar yang digunakan untuk mengambil benih atau
ikan dari kolam pemeliharaan dan juga dapat digunakan untuk membuang kotoran
yang terdapat didalam kolam. Selain itu biasanya petani ikan tradisional
menggunakan kecrik untuk menangkap ikan. Penerapan kesehatan dan keselamatan
kerja pada kegiatan budidaya ikan dengan metode ekstensif atau tradisional ini
biasanya kecelakaan kerja diakibatkan oleh kecerobohan orang yang bekerja.
Peralatan yang harus disediakan dalam budidaya ikan secara semi intensif dan
intensif harus lengkap seperti dibawah ini ;
1.
Peralatan pemberian pakan antara lain adalah :
a. Timbangan : gantung, duduk atau digital
b. Ancho
c. Ember/baskom/piring plastik
d. Saringan
2.
Peralatan kualitas air antara lain :
a. Termometer
b. Secchi disk
c. DO meter
d. PH meter
e. Mikroskop
3.
Peralatan hama penyakit ikan antara lain :
a. Seser halus
b. Mikroskop
c. Refregerator
d. Peralatan gelas : baker glass, erlemeyer, petri dish, tabung reaksi, pipet,
gelas ukur dan lain-lain.
e. Injection
4.
Peralatan pengolahan tanah antara lain adalah :
a. Traktor/hand traktor
b. Cangkul
c. Parang/golok
d. Filter air
e. Selang air
5. Peralatan pemijahan ikan secara buatan antara lain adalah :
a. Alat bedah
b. Talenan
c. Tisue grinder
d. Spuit Injection
e. Baki/baskom
f. Automatic heater
g. Aerator/blower
h. Batu aerasi dan selang aerasi
i. Alat siphon
j. Alat bedah
k. Kain lap
6.
Peralatan panen antara lain adalah :
a.Tabung oksigen
b. Kantong plastik
c. Timbangan
d Kotak stryrofoam
e. Selang oksigen
f. Hapa
7.
Peralatan listrik antara lain adalah :
a.Genset
b.Pompa air
Setelah
peralatan yang akan digunakan dalam budidaya ikan tersedia langkah selanjutnya
sebelum digunakan adalah mengecek kesiapan peralatan tersebut. Dengan
pengecekan yang benar diharapkan alat yang disiapkan dapat dioperasionalkan
dengan benar. Peralatan yang dibuat oleh pabrik biasanya didalam peralatan
tersebut terdapat buku manual untuk mengoperasionalkan alat. Peralatan yang
akan digunakan sebaiknya dilakukan pengecekan keberfungsinya karena setiap alat
mempunyai fungsi yang berbedabeda, misalnya aerator digunakan untuk mensuplai
oksigen pada saat membudidayakan ikan skala kecil dan menengah, tetapi apabila
sudah dilakukan budidaya secara intensif maka peralatan yang digunakan untuk
mensuplai oksigen kedalam wadah budidaya ikan menggunakan blower.
Peralatan
selang aerasi berfungsi untuk menyalurkan oksigen dari tabung oksigen kedalam
wadah budidaya, sedangkan batu aerasi digunakan untuk menyebarkan oksigen yang
terdapat dalam selang aerasi keseluruh permukaan air yang terdapat didalam
wadah budidaya.
Selang
air digunakan untuk memasukkan air bersih dari tempat penampungan air kedalam
wadah budidaya. Peralatan ini digunakan juga untuk mengeluarkan kotoran dan air
pada saat dilakukan pemeliharaan. Dengan menggunakan selang air akan memudahkan
dalam melakukan penyiapan wadah sebelum digunakan untuk budidaya. Peralatan
lainnya yang diperlukan dalam membudidayakan ikan adalah timbangan, timbangan
yang digunakan boleh berbagai macam bentuk dan skala digitalnya, karena fungsi
utama alat ini untuk menimbang bahan yang akan digunakan dalam budidaya ikan .
Ikan yang dipelihara didalam wadah pemeliharaan akan tumbuh dan berkembang oleh
karena itu harus dipantau pertumbuhan di dalam wadah pemeliharaan .
Alat yang
digunakan adalah seser, timbangan, ember, baskom yang berfungsi untuk
menghitung pertumbuhan ikan yang dibudidayakan didalam wadah pemeliharaan.
Selain itu diperlukan juga seser atau saringan halus pada saat akan melakukan
pemanenan ikan. ikan yang telah dipanen tersebut dimasukkan kedalam ember
plastik untuk memudahkan dalam pengangkutan dan digunakan juga hapa untuk
menampung ikan sebelum dijual. Setelah berbagai macam peralatan yang digunakan
dalam membudidayakan ikan diidentifikasi dan dijelaskan fungsi dan cara
kerjanya, langkah selanjutnya adalah melakukan pembersihan atau perawatan
sesuai dengan jenis peralatannya. Peralatan yang sudah dibersihkan dari segala
benda yang dapat menurunkan kualitas pekerjaan dapat langsung digunakan sesuai
dengan prosedur. Dengan melakukan pengecekan pada semua peralatan yang akan
digunakan untuk budidaya ikan maka telah dilakukan pencegahan terhadap
kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja dapat terjadi karena kelalaian atau
kecerobohan dalam bekerja yang dapat membuat orang yang bekerja cedera.
Kesehatan
tempat bekerja pada dunia usaha budidaya ikan pada umumnya diruang terbuka
sehingga kebutuhan oksigen untuk para pekerja diluar ruangan tercukupi dan
kondisi lingkungan budidaya ikan yang berair mengakibatkan kondisi kelembaban
ruang budidaya sangat lembab.
Oleh
karena itu dalam melakukan kegiatan budidaya ikan para pekerja harus selalu
menggunakan pakaian kerja sesuai dengan peraturan perusahaan dan jangan
menggunakan pakaian kerja yang basah. Pemakaian baju kerja yang basah dapat
mengganggu kesehatan para pekerja oleh karena itu pada para pekerja yang
bekerja berhubungan langsung dengan air yang akan membasahi pakaian kerja
sebaiknya menggunakan pakaian kerja yang terlindung dari air. Atau dapat juga
pada saat bekerja yang berhubungan dengan air menggunakan pakaian kerja yang khusus
dan jika sudah selesai dengan pekerjaan bias menggunakan pakaian yang lain
sehingga kesehatan para pekerja tetap terjamin. Penggunaan pakaian kerja yang
basah dapat mengakibatkan kesehatan para pekerja terganggu. Oleh karena itu
harus dipikirkan pakaian kerja yang tepat bagi para pekerja yang bermain dengan
air sebagai media hidup ikan yang dipeliharanya.
Keselamatan
kerja dalam kegiatan budidaya ikan yang menggunakan peralatan listrik harus
diperhatikan beberapa hal yang biasanya menyebabkan kecelakaan diantaranya
adalah :
1. Beban
listrik terlalu besar untuk satu stop kontak sehingga dapat menimbulkan
pemanasan yang dapat membakar kulit kabel.
2. Sistem
kabling yang tidak memenuhi persyaratan standar
3. Kesalahan
menyambungkan peralatan pada sumber listrik yang jauh lebih tinggi dari
voltase yang seharusnya
4. Adanya
tikus-tikus yang mengerat kabel sehingga dapat menimbulkan hubungan pendek atau
kebakaran.
Kesehatan
dan keselamatan kerja pada usaha budidaya ikan yang mempunyai gudang
bahan-bahan kimia harus diperhatikan tentangproses penyimpanannya. Penyimpanan
bahan kimia yang salah dapat mengakibatkan kecelakaan kerja yang diakibatkan
oleh kecerobohan manusia. Oleh karena itu dalam menyimpan bahan kimia harus
diperhatikan beberapa faktor yang akan mempengaruhi bahan kimia selama
penyimpanan digudang antara lain adalah :
1.Temperatur,
terjadinya kenaikan suhu dalam ruang penyimpanan akan memicu terjadinya reaksi
bahkan dapat menyebabkan terjadinya perubahan kimia.
Kondisi ini dapat mengubah karakteristik bahan kimia. Resiko berbahayapun dapat
terjadi sebagai akibat kenaikan suhu di dalam ruang penyimpanan. Oleh karena
itu didalam ruangan penyimpanan bahan kimia harus terdapat alat ukur suhu ruang
yaitu termometer. Ada beberapa termometer yang dapat mengukur temperatur
ruangan. Termometer yang biasa digunakan untuk mengukur suhu ruangan yaitu
temperature minimum dan maksimum.
2.Kelembaban,
kelembaban dapat diartikan sebagai perbandingan tekanan uap air diudara
terhadap uap air jenuh pada suhu dan tekanan udara tertentu. Kelembaban dapat
diartikan sebagai banyaknya uap air diudara. Faktor kelembaban sangat penting
diperhatikan karena berhubungan erat dengan pengaruhnya pada zat-zat
higroskopis. Bahan kimiahigrokoskopis sangat mudah menyerap uap air dari udara,
juga dapat terjadi reaksi hidrasi eksotermis yang akan menimbulkan pemanasan
ruangan. Kontrol terhadap kelembaban ruang penyimpanan penting dilakukan untuk
mencegah kerugian-kerugianyang tidak diinginkan. Ada beberapa alat pengukur
kelembaban yang dapat digunakan seperti higrometer, termohigrometer atau
thermometer bola basah dan bola kering.
3.Interaksi
dengan wadah, bahan kimia tertentu dapat berinteraksi dengan kemasan atau wadah
sehingga dapat merusak wadah sampai akhirnya menyebabkan kebocoran. Kebocoran
bahan kimia terutama yang berbahaya dapat menimbulkan kecelakaan seperti
ledakan, kebakaran dan melukai tubuh. Misalnya, wadah yang terbuat dari bahan
besi/logam, sebaiknya tidak digunakan untuk menyimpan bahan kimia yang bersifat
korosif karena akan terjadi peristiwa karatan/korosif sehingga akan merusak
wadah.
4.Interaksi
antar bahan kimia, selama penyimpanan bahan kimia dapat berinteraksi dengan
bahan kimia lainnya. Interaksi ini dapat mengakibatkan perubahan karakteristik
bahan kimia tersebut, misalnya interaksi antara bahan kimia yang bersifat
oksidator dengan bahan kimia yang mudah terbakar dapat menimbulkan terjadinya
kebakaran, sehingga dalam penyimpanannya harus terpisah. Penggunaan bahan-bahan
kimia biasanya dilakukan pada usaha budidaya ikan yang intensif dan melakukan
kegiatan pengukuran kualitas air, kesehatan ikan dengan bahan-bahan kimia. Oleh
karena itu harus diperhatikan tentang kesehatan dan keselamatan kerja para
pekerja yang bertanggungjawab pada unit tersebut.
sumber :
Modul Dasar-dasar
Agribisnis Perikanan
https://defishery.wordpress.com/2011/03/06/karantina-ikan/


Posting Komentar untuk "KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA"